Belajar bisa, liburan juga gak masalah

 Pada artikel kali ini, saya menceritakan tentang kunjungan saya ke suatu tempat di Kabupaten Tabanan. Tempat yang pertama kalinya saya kunjungi dan merupakan  tempat yang sungguh luar biasa bagi saya, dan saya yakin setiap orang yang mengunjunginya pasti merasakannya pula. Tempat ini memberikan hamparan pemandangan alam dan bentang budaya yang begitu luas hingga mata ini tidak bisa melihat ujungnya. Tidak hanya itu saja, aneka jenis fauna yang berukuran macro, seperti; jangkrik, belalang, kupu-kupu, burung juga ada dan tidak lupa saya amati dan coba kami abadikan/ dokumentasikan untuk bahan pelajaran fotografi. Mungkin karena pemandangannya yang begitu eksotik, fauna-fauna yang saya lihat begitu nampak luar biasa, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan sesekali saya sampaikan kepada anak didik saya dengan kata-kata candaan "Rumput saja kalau difoto disini sudah bagus, apalagi kalau ditambah dengan obyek/karakter yang lain" Hee.

Kenampakan  Gunung Batukau yang menjulang tinggi ke langit di bagian Utara, kemudian diapit oleh Sungai/Tukad Yeh Empas di sebelah Timur dan Yeh Ho disebelah barat yang sama-sama mengarah ke selatan, menambah kesan eloknya pemandangan alam di kawasan ini.

📷 by smastafotografi
Gambar dok. Aneka fauna dan Aktifitas petani di sawah 

Masyarakatnya pun ramah dan murah senyum, membuat saya tidak sungkan-sungkan untuk bertanya mengenai asal-usul daerah ini. Budaya pertanian yang begitu kental, tua muda berbaur seperti semuanya adalah keluarga. Aktifitas pertanian mulai dari aktifitas petani yang membajak sawah dengan sapi secara tradisional dan traktor, aktifitas Ngurit atau menyiapkan bibit padi merah( jenis padi unggulan) yang akan ditanam, menyabit rumput dengan alat sederhana seperti sabit bahkan ada pula yang sudah menggunakan mesin pemotong rumput serta aktifitas lainnya tergambar apik dan tertata di setiap lapisan masyarakatnya. Saya sempat berpikir, mungkin ini anugrah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Apa yang masyarakat disana rasakan saya rasanya juga turut merasakan.


📷 by smastafotografi
Gambar dok. Briefing setelah sampai lokasi


Namun, inti kegiatan yang kami lakukan disana bukan sekedar melepas penat dari rutinitas harian, bukan juga sekedar mengamati lalu mendokumentasikan/foto segala hal yang kami anggap menarik dan indah. Apa yang kami lakukan bisa dikatakan didasarkan pada perencanaan praktek lapangan yang memang belum matang, mulai dari perizinan, persiapan perlengkapan, akomodasi dan lain-lain, namun disetiap proses kami memetik hasilnya dan tidak lupa mensyukurinya. Situasi dan kondisi Pandemi seperti sekarang ini turut berpengaruh, namun berbekal pengetahuan tentang protokol kesehatan, dan tetep menjaga kesehatan masing-masing individu dan turut juga kelompok tidak menjadi halangan untuk kami beraktifitas. Teori-teori mengenai materi pembelajaran yang kami susun jauh-jauh hari untuk kami praktekan disana garis besarnya bisa kami jalankan, yaa walaupun ada sisanya, tentu akan jadi bahan evaluasi guna kedepannya bisa lebih baik.

                                   📷 By @gusdeswr
Gambar dok. Duduk di bawah pohon gedang/pepaya sembari mencari inspirasi.


Tujuan kami berkegiatan secara garis besarnya sudah kami susun di dalam perencanaan praktek lapangan tahun ini, namun dari enam jam berkegiatan disana, saya yang notabene paling dewasa di dalam rombongan juga tidak luput dari sesekali mencuri kesempatan sembari duduk di bawah pohon gedang/pepaya menikmati pemandangan sambil mencari inspirasi untuk bahan artikel saya ini. Alhasil supaya tidak menimbulkan banyak pertanyaan, kenapa saya duduk di bawah pohon sendirian, saya pun harus dan wajib menjelaskan kepada anak didik saya dan tidak lupa membagikan serta mengajarkan tindak lanjut dengan belajar menulis dari kegiatan yang sudah dilakukan disana. Tujuannya tiada lain, supaya dapat menginspirasi dan memotivasi lebih banyak lagi teman dan orang lain.


📷 by smastafotografi
Gambar dok. Peserta praktek lapangan smastafotografi


Terakhir sebagai penutup, terimakasih JATILUWIH. Percayalah, saya pasti kembali.

Komentar

Postingan Populer